Langsung ke konten utama

D O W N S Y N D R O M E

Okupasi terapi dan Down Syndrome


Karena kemarin hari Kamis tanggal 21 maret memperingati hari Down Syndrome di dunia, sekarang kita akan bahas penanganan Okupasi Terapi pada anak dengan down syndrome.

Gambar terkait
source: google

Pasti dari kalian semua pernah ketemu sama anak – anak yang istimewa ini, nah kalian sendiri gimana sikapnya ke mereka? Baik kah atau memandang buruk kah? Sejatinya mereka sama dengan anak – anak yang lain hanya saja mereka punya keistimewaan tersendiri. Dan gak ada salahnya kalo kita mencoba menjalin pertemanan bersama anak anak dengan down syndromeJ


Programa de desarrollo para niños con síndrome de Down, educación y arte, cuidado, trabajo y juegos, cartel de dibujos animados Foto de archivo - 71631887
source: 123rf
Sekarang aku bakal jelasin gimana peran seorang okupasi terapi dengan anak Down Syndrome.
Okupasi terapi berkerja membantu anak dengan down syndrom menguasai keterampilan untuk dapat menjalankan aktivitas perawatan diri,  seperti makan, mandi, atau juga kegiatan bermain dan bersantai secara mandiri.

Teknologi canggih dan pendidikan yang maju jaman sekarang telah mendukung untuk mengembangkan terapi menjadi lebih baik lagi dan menjadi peluang yang besar bagi anak Down Syndrome.  Hal ini membuat harapan hidup juga meningkat pesat setelah beberapa tahun terakhir.
Banyak anak dengan Down Syndrome telah membuktikan bahwa mereka juga bisa berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, membuat prestasi di lingkungan sosial dan tentunya menjalani hidup dengan mandiri.

Jika telah terdiagnosis dengan Down Syndrome sejak dini harus segara intervensi terapi untuk mencapai potensi diri mereka dalam kehidupan sehari – hari

Selama masih pada masa bayi, terapis akan melatih otot-otot yang lemah seperti di pipi, lidah, dan bibir mereka.

Kalau sudah memasuki masa anak-anak terapi akan berfokus pada penguasaan keterampilan motorik untuk kemaandirian, fokus  pada kekuatan otot gerak pada persendian serta visual dan auditori nya.

Memasuki masa sekolah, kita akan berfokus bagaimana dia bersosialisasi bersama teman sebaya nya, dan juga keterampilan menulis, atau bisa juga keterampilan dalam menggunting kertas tidak lupa fokus perawatan diri seperti memakai seragam sekolah sendiri tanpa bantuan orang lain. Dan yang penting adalah kita akan meningkatkan fokus mereka sehingga mereka mengerti pada instruksi yang diberikan orang lain atau dalam mengerjakan tugas sekolah.

Selain itu, adaptasi dalam ruang kelas juga sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja mereka, seperti  posisi kursi dan meja.

Nah kalo sudah masuk masa dewasa gimana? Kita akan membantu mereka menemukan keterampilan yang ada pada diri mereka. Ini bertujuan untuk menumukan pekerjaan yang produktif dan dia juga bisa berpartisipasi dalam pemeliharaan kesehatan.

Okupasi Terapi berharap bisa membantu anak dengan Down Syndrom dapat menjalani hidup mereka semaksimal mungkin.



source: https://www.aota.org/About-Occupational-Therapy/Professionals/CY/Articles/Down.aspx

Komentar